Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2009

Beratnya (Dituduh) Membuat Senjata Nuklir

Melihat pengalaman Iran sekarang ini, dalam kaitan dengan program nuklirnya, orang bisa geleng-geleng kepala, sambil bergumam, ”Alangkah repotnya punya program nuklir.” Menulis ”alangkah repotnya punya program senjata nuklir” tentu lebih spesifik, tetapi Iran bisa membantahnya. Selama ini Iran memang bersikukuh bahwa program nuklirnya adalah untuk maksud damai—jadi untuk menghasilkan tenaga listrik. Namun, Barat, khususnya AS, juga bersikukuh bahwa program tersebut ditujukan untuk pembuatan senjata.

Secara fisik, program pengembangan senjata nuklir secara garis besar bisa dipilah menjadi dua komponen besar. Yang pertama adalah untuk menghasilkan bahan bom dan yang kedua adalah untuk menyiapkan wahana pelontaran. Untuk yang terakhir ini Iran juga telah memperlihatkan pencapaian.

Seperti kita baca beritanya, Minggu (27/9) malam dan Senin lalu, Iran menguji rudal dengan jangkauan paling jauh yang dimilikinya. Rudal Shahab-3 dan Sejil-2 seperti diklaim oleh pejabat Iran bisa menghantam Israel, bagian-bagian Eropa, dan pangkalan-pangkalan AS di Teluk.

Menurut catatan, rudal Shahab-3 punya jangkauan 1.250-2.000 kilometer (IHT, 29/9). Sementara bagian barat Iran berjarak sekitar 1.000 kilometer dari Tel Aviv.

Menurut Press TV, saluran TV Iran berbahasa Inggris, kedua rudal itu dengan akurat mengenai sasaran yang ditetapkan. Berarti di bidang wahana pelontaran, seandainya benar-benar ingin mengembangkan senjata jarak jauh, Iran telah menguasai teknologinya.

Dewasa ini, wahana pelontaran merupakan komponen fundamental dalam sistem persenjataan nuklir. Buat apa bisa membuat bom nuklir kalau tak punya sarana pelontarnya? Memang ada alternatif untuk melontarkan senjata nuklir ke sasaran, yaitu dengan menggunakan pesawat pengebom. Namun, ini bagi Iran akan lebih sulit karena tak punya pengebom yang berkemampuan khusus untuk mengangkut dan melontarkan bom nuklir, sebagaimana pengebom B-1B atau B-2 di arsenal AS atau Tu-160 Blackjack milik Rusia.

Rudal, meski juga rawan oleh serangan lawan, dianggap masih lebih aman. Namun, pengembangannya juga amat sulit. Karena itu, para insinyur Iran harus menguasai teknologi rudal balistik, yang antara lain meliputi propulsi atau mesin roket dan sistem pengarah.

Kini negara yang ingin mengembangkan kemampuan peroketan yang teknologinya bersifat ganda—bisa untuk sipil maupun militer—juga terganjal oleh aturan pelarangan yang ditegakkan oleh negara-negara Barat mulai tahun 1987, yang dikenal sebagai Rezim Pengawasan Teknologi Rudal (Missile Technology Control Regime). Pengembangan teknologi peroketan dibatasi untuk yang berjangkauan hampir 300 kilometer.

Bom dan hulu ledak

Komponen senjata nuklir yang tidak kalah krusial tentu saja adalah hulu ledak atau bom nuklirnya sendiri.

Iran disebut telah membuat fasilitas pengayaan nuklir di Natanz. Seperti diketahui, uranium yang ada di alam tidak dapat digunakan sebagai bahan bakar bom karena tidak memiliki sifat radioaktif. Agar bisa sangat radioaktif, ia harus ”direkayasa” dengan fasilitas dan mesin khusus seperti sentrifuga.

Barat menuduh, aktivitas nuklir Iran untuk menghasilkan uranium ”murni”, yang memadai untuk digunakan sebagai bahan bakar bom. Di sini, persentase Uranium-235 yang radioaktif sudah 9 persen atau lebih. Dalam jumlah tertentu, yang dalam ilmu fisika nuklir disebut sebagai ”massa kritis”, pada bahan ini akan bisa berlangsung reaksi berantai nuklir. Pada pembangkit listrik nuklir, reaksi berantai dikendalikan sehingga panas yang diperoleh secukupnya saja untuk menghasilkan uap, yang digunakan untuk menggerakkan turbin. Pada bom nuklir, reaksi berantai dibiarkan berlangsung tanpa kendali, menghasilkan energi yang luar biasa besar.

Mendesain bom yang bisa dipasang di pucuk rudal—yang sering disebut sebagai hulu ledak—bukan persoalan mudah. Kini, perdebatan berlangsung seru antara intelijen Amerika, Israel, dan Jerman menyangkut kemampuan Iran merancang hulu ledak (”Nuclear Debate Brews: Is Iran Designing Warheads”, NYT, 28/9).

Menurut AS, Iran sudah menghentikan perancangan hulu ledak tahun 2003 walaupun negara ini kemudian menginginkan bom nuklir. Sementara Israel, dan lebih-lebih Jerman, menilai Iran terus bekerja untuk merancang hulu ledak. AS mendasarkan temuan intelijen setelah menerobos jaringan komputer Iran dan mendapat akses ke komunikasi internal pemerintah negara itu.

Temuan intelijen berbeda-beda meski pada umumnya sarana yang dipakai sama, yakni kombinasi citra satelit, mata-mata manusia, dan penyadapan elektronik.

Terus dikejar

Setelah tidak menemukan bukti mengenai pengembangan senjata pemusnah massal di Irak (yang dijadikan sebagai alasan untuk menyerbu negara ini tahun 2003), AS kini sedang meningkatkan tekanan terhadap Iran dan juga Korea Utara untuk menyudahi program nuklir keduanya.

Kini Korut telah membuktikan kepada dunia, ia bisa membuat bom nuklir dan punya kemampuan di bidang pelontaran, seperti diperlihatkan oleh rudal jarak jauh Taepodong-2. Iran kini juga sudah punya rudal Shahab-3, tetapi belum bisa memperlihatkan kemampuan uji nuklir.

AS, yang penuh keyakinan bahwa Iran memang sedang mengembangkan senjata nuklir, tampaknya akan menggunakan berbagai cara untuk menjepit negara itu agar menghentikan program nuklirnya.

Iran sendiri, meski bersikukuh mengklaim programnya untuk tujuan damai, sebenarnya punya alasan hakiki untuk mengembangkan senjata nuklir karena kuasa utama di Timur Tengah yang potensial menjadi lawannya, yakni Israel, diyakini punya 200 bom nuklir dan pelontarnya, yakni Jericho-2 (dan 3).

Israel yang mengembangkan senjata nuklir diam-diam tak pernah disebut melanggar hukum internasional. Sementara Iran dan Korut yang bisa dikatakan mengikuti jejak Israel harus berurusan dengan polisi dunia. Itu sebabnya kita beri judul kolom ini ”Beratnya Membuat Senjata Nuklir”.


Sumber : www.kompas.com

Rabu, 12 Agustus 2009

Noordin M Top Buronan Teroris Yang Memiliki 'Wow Factor'

Jakarta - Bagaimana sosok buronan teroris nomor wahid Noordin M Top di mata pengikutnya? Pastinya tidak sembarang orang bisa menemui pria asal Malaysia itu. Tapi bagi yang pernah bertemu, Noordin dianggap seorang memiliki 'wow factor'.

"Yang pernah bertemu dengan dia, Noordin itu dilihat sebagai orang yang charming, santun, karismatik, suaranya adem. Di dalam psikologi disebut 'wow factor'," kata pemerhati terorisme, Mardugi ,saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/8/2009).

Jadi bagi anggotanya, apapun yang disampaikan Noordin akan dipandang sebagai suatu kebenaran. "Jadi apa pun yang datang dari dia itu dianggap benar," imbuhnya.

Kemampuan itu, lanjut psikolog yang kerap dilibatkan dalam menangani para pelaku teror itu, merupakan faktor bawaan. "Itu given," imbuhnya.

Namun tetap, Noordin bagi kelompok ini hanya dianggap manusia biasa, tidak dikultusindividukan. "Tujuan mereka bergabung untuk jihad menegakkan daulah islamiyah," tutupnya.

Sumber : http://www.detiknews.com

Minggu, 09 Agustus 2009

Mayat Teroris itu Ibrohim Bukan Noordin Top?

Jakarta - Sejumlah pihak meragukan jenazah yang tewas di Temanggung adalah Noordin M Top. Jika argumen ini benar, lalu siapakah pemuda yang kabarnya tewas mengenaskan tersebut. Mungkinkah ia adalah Ibrohim?

Pihak pertama yang meragukan kematian Noordin adalah pengamat intelijen Dynno Chressbon. Ia yang mengaku sudah melihat foto asli jenazah itu mengatakan, teroris tidak mirip sama sekali dengan Noordin. Kemiripan jenazah dengan foto yang beredar hanya dari kalung yang dipakai saja.

"Lebih mirip preman pasar daripada Noordin M Top," cetus Dynno.

Senada dengan Dynno, kepala Centre for Violence and Terrorism Singapura, Rohan Gunaratna, bahkan berani menyatakan jenazah tersebut bukanlah Noordin M Top. Ia mengaku mengutip dari sumber yang ikut dalam proses investigasi.

"Dia (Noordin) belum tewas, sesungguhnya tes DNA membuktikan bahwa jasad yang ditemukan bukan Noordin Mohammed Top," kata Rohan seperti dilansir Aljazeera.net.

Sikap pesimis juga datang dari Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones. Ia menduga kemungkinan besar jenazah itu bukan Noordin.

"Saya kira kemungkinan besar itu bukan dia (Noordin). Bukannya saya yakin itu bukan dia, tetapi kemungkinan besar bukan," kata Sidney Jones saat dihubungi detikcom, Minggu (9/8/2009).

Setelah adanya berbagai keraguan tersebut, muncul kabar bahwa pria yang tewas di Temanggung adalah Ibrohim, florist di flower shop di Ritz-Carlton. Keberadaan Ibrohim pun saat ini masih gelap. Jika foto jenazah yang beredar di internet benar, maka secara fisik bentuk muka Ibrohim lebih mirip.

Ketika dikonfirmasi, Wakadiv Humas Mabes Polri Sulistyo Ishak tidak bisa memastikan hal ini. Pihaknya masih menunggu hasil tes DNA yang dilakukan penyidik dari Densus 88.

"Kita tidak bisa berbicara kemungkinan dan berandai-andai, semuanya masih menunggu hasil tes DNA," ucapnya saat dihubungi lewat telepon.

Sumber : www.detiknews.com

Senin, 03 Agustus 2009

Reog Dipatenkan Tingkat Dunia

Ponorogo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), tengah mengurus hak paten tingkat dunia untuk kesenian asli daerah setempat, yakni “Reog Ponorogo”.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo, Gunardi, Minggu (2/8), mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengamankan kebudayaan asli Ponorogo setelah ancaman akan hilangannya seni Reog karena diklaim sebagai budaya Malaysia dengan sebutan “Tari Barongan”.

Sebenarnya, lanjut Gunardi, pengurusan hak paten ini telah dilakukan sejak tahun 2004, atau sebelum kesenian Reog ini diklaim sebagai milik Malaysia. “Hasilnya, pemkab berhasil mendaftarkan hak paten kesenian Reog sebagai kesenian asli Ponorogo ke Departemen Hukum dan HAM dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004,” ujarnya.

Menurut Gunardi, hak paten tingkat dunia tersebut tengah memasuki proses penjajakan dengan pihak terkait yang ada di tingkat pusat. Ia berharap proses hak paten internasional tersebut tidak mengalami kendala.

Semua elemen, baik eksekutif, legislatif, maupun kalangan pencinta kesenian Reog di Ponorogo, tambah Gunardi, telah berbulat tekad untuk mengamankan warisan budaya yang nyaris hilang ini akibat kesalahpahaman dengan pemerintah Malaysia.

“Kami yakin, upaya tersebut akan didukung oleh masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.
Pihaknya juga akan meminta bantuan dari Departemen Pariwisata, Kebudayaan, dan Pendidikan untuk mengurus masalah ini.

Wacana itu, terang Gunardi, sudah dibahas dengan Bupati Ponorogo. “Reog Ponorogo diharapkan menjadi salah satu ikon Indonesia, seperti senjata tradisional Jawa, yakni keris,” katanya.

Sebelumnya, pada akhir tahun 2007, rakyat Indonesia dikejutkan dengan tampilan tarian serupa Reog yang diberi nama Barongan di situs Kementerian Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia. Tarian tersebut diklaim sebagai warisan Melayu yang dilestarikan di Batu Pahat, Johor, dan Selangor, Malaysia.

“Berkaitan dengan peristiwa tersebut, perwakilan Pemkab Ponorogo, yakni saya sendiri dan Bupati Muhadi, bertolak ke Jakarta untuk menemui Duta Besar Malaysia di Indonesia, guna memperoleh klarifikasi,” kata Gunardi memaparkan.

Hasilnya, pemerintah Malaysia mengaku hanya mengumpulkan semua budaya atau etnis yang ada di daerahnya untuk memperkaya budaya aslinya dalam rangka menarik minat kunjungan pariwisata. “Meski demikian, kami tidak mau kecolongan lagi. Walapaun sudah ada hak paten dari Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia, perjuangan untuk mengamankan Reog Ponorogo dan budaya Indonesia lainnya harus terus dilakukan,” tegas Gunardi.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya berupaya untuk sesering mungkin mempertontonkan kesenian Reog Ponorogo ke kalayak umum dalam berbagai kesempatan.

“Seperti dalam rangka hari jadi Kabupaten Ponorogo tahun ini, pemkab setempat akan menggelar Festival Reog Mini tingkat pelajar. Tujuannya, selain untuk melestarikan budaya, juga sebagai upaya untuk mencari kader pemain kesenian Reog,” katanya.

Sumber : www.wartakota.co.id
http://www.wartakota.co.id/read/warta/8817

Sabtu, 25 Juli 2009

Program Sosialisasi SMK Masih Minim

BANDUNG, (PRLM).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dinilai minim melakukan sosialisasi tentang sekolah menengah kejuruan (SMK) . Semestinya, mulai dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP), keberadaan SMK harus diperkenalkan secara luas. Padahal, sejak awal Disdik dibebani target mewujudkan Kota Bandung sebagai kota pendidikan kejuruan (vokasional).

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Advokasi Pendidikan Dan Satriana, menanggapi masih banyaknya kursi SMK yang tidak terisi pada pada tahun ajaran sekarang. Sebagaimana diberitakan sebelumnya jumlah kursi kosong tidak kurang dari 6.000 dari total 29.000 kursi yang disediakan.

Menurut Dan, Disdik cenderung hanya mengurusi program-program penambahan jumlah daya tampung, berupa peningkatan jumlah sekolah atau jurusan. Pola kebijakan pengembangan pendidikan kejuruan juga masih parsial.

"Tingkat penjaringan siswa SMK belum optimal karena ketiadaan program yang terpadu. Siswa baru SMK itu berasal dari SMP. Sejauh ini, jenjang di bawah tersebut yang belum digarap maksimal. Masyarakat baru tahu SMK dari televisi saja. Kehadiran nyatanya belum ada," kata Dan Satriana.

Belum maksimalnya sosialisasi SMK di jenjang SMP, menurut Dan, mencerminkan belum adanya pola kebijakan yang terpadu. Kedua jenjang tersebut seolah masih berjalan sendiri-sendiri dengan programnya masing-masing. Dengan hanya mengandalkan program-program penambahan daya tampung, sulit diharapkan hasil maksimal. Belum terujinya kualitas SMK-SMK baru, juga menjadi pertimbangan masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka.

Dan menambahkan, pemberian prioritas pada program-program penambahan daya tampung tanpa diimbangi peningkatan kualitas layanan, berpotensi menjadi bumerang. Masyarakat didorong masuk ke SMK, tetapi penjaminan kualitas tidak ada. "Oleh karena itu, segera buat standar minimal layanan pendidikan. Selama ini kita belum memiliki standar seperti ini sehingga sulit untuk membicarakan soal kualitas pendidikan," ucapnya.

Kadisdik Kota Bandung Oji Mahroji menepis pendapat tersebut. Menurut dia, salah satu sebab masih banyaknya kursi SMK yang kosong adalah belum meratanya sebaran lokasi SMK. Sebagian besar SMK, baik negeri maupun swasta, bertumpuk di wilayah selatan dan timur Kota Bandung. Sebaliknya, daerah utara belum memiliki jumlah SMK yang cukup.

Di wilayah timur, terdapat SMK Negeri 3, 4, 6, 7, 8, 9, dan 13. Sementara di daerah selatan, terdapat SMKN 10 dan 14. Di utara, praktis belum ada SMKN yang ada untuk mengakomodasi minat bersekolah masyarakat di sekitaran daerah tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, kata Oji, program penambahan jumlah SMK di daerah utara masih diperlukan, khususnya mendorong berdirinya SMK swasta. Mulai tahun ini, Disdik berencana membangun satu SMKN baru di kawasan utara. "Dengan persebaran yang makin merata, diharapkan minat masyarakat masuk SMK bertambah besar," ucapnya. (A-165/A-147)***

Sumber : Pikiran Rakyat

Perempuan Tasik Diwajibkan Pakai Jilbab

TASIKMALAYA, (PRLM).-Warga non-Muslim di Kota Tasikmalaya diminta tidak cemas dengan adanya usulan rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Syariat Islam dari Pemkot Tasikmalaya ke DPRD Kota Tasikmalaya. Jika disetujui oleh dewan, perda itu hanya berlaku untuk warga Muslim saja, sehingga non-Muslim tidak terikat.

"Aturan di dalamnya mengatur untuk warga Muslim di Kota Tasikmalaya, sehingga penganut agama lain, tidak perlu mencemaskannya," kata Yono S Karso, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tasikmalaya, Jumat (24/7).

Raperda itu, sudah diajukan Kamis (23/7) oleh Wali Kota Tasikmalaya Syarif Hidayat ke DPRD Kota Tasikmalaya. Rencananya, masing-masing fraksi di DPRD Kota Tasikmalaya akan membahasnya. "Memang benar usulan Raperda tentang Syariat Islam sudah masuk ke legislatif, dan segara akan dibahas," kata Ketua Dewan Kota Tasikmalaya Nurul Awalin.

Dari usulan yang masuk di raperda itu, mengatur soal perempuan Kota Tasikmalaya yang beragama Islam diwajibkan pakai jilbab. Lalu, semua lulusan SD yang akan melanjutkan ke SMP, harus punya sertifikat diniyah. .

Intinya, kata Nurul mengatur soal larangan minuman keras, dua soal perjudian, soal kemaksiatan atau perselingkuhan, hukum peradilan Islam, tentang pelaksanaan ibadah dan lainnya.

Lebih jauh dikatakan Nurul, belum tentu semua pasal yang ada diraperda tersebut disetujui. Tapi, akan dibahas terlebih dahulu di dewan dan disesuaikan bagian mana saja yang perlu diterapkan. "Nanti akan dibahas di panitia khusus," ujarnya.(A-97/A-50)***

Sumber : Pikiran Rakyat

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=88613


Rabu, 22 Juli 2009

Inilah Sketsa Pelaku Peledakan Bom di Mega Kuningan

JAKARTA, Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, Rabu (22/7) siang, resmi mengumumkan sketsa wajah dari orang yang diduga menjadi pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jumat lalu.

Mabes Polri secara resmi mengatakan bahwa pelaku tersebut merupakan potongan kepala yang ditemukan secara terpisah di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. "Ternyata, selain potongan kepala, kami menemukan serpihan-serpihan badan di sekitar TKP," ujar Nanan kepada para wartawan di Jakarta.

Nanan juga menambahkan, pelaku yang meledakkan bom di JW Lounge merupakan orang yang menginap di hotel tersebut. Sketsa ini rencananya akan disebar ke seluruh Indonesia. Nanan mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui identitas pelaku melaporkan ke Jakarta Media Crisis Center di Apartemen Bellagio, Kuningan, atau menghubungi ke nomor 021-30066571, 021-30066575, dan faks di 021-30066576.

Ada pun ciri-ciri pelaku peledakan bom di Marriott berusia usia diperkirakan 20-40 tahun, berkulit sawo matang, tinggi badan 165 cm. Sedangkan pelaku di Ritz Carlton usia 17-20 tahun, kulit relatif lebih putih, rambut hitam pendek lurus, tinggi 180 cm, ukuran sepatu 42-43.


Sumber : kompas.com